oleh

Kendaraan Sel Bahan Bakar Hidrogen Percepat Mewujudkan Bebas Karbon di Sektor Transportasi

By Suryo, SOLARENEGI.ID – Perusahaan seperti Toyota, Nikola, dan H2X meningkatkan  kendaraan sel bahan bakar hidrogen dan memposisikannya sebagai alternatif dalam mewujudkan kendaraan yang nol emisi dan bebas karbondioksida setelah produsen kendaraan tersebut sukses dengan kendaraan listrik baterai (battery electric vehicle) .

Perusahaan tersebut dan beberapa pendukung percaya bahwa kendaraan sel bahan bakar dapat menjadi kunci untuk mendekarbonisasi sektor transportasi tanpa mengorbankan jangkauan atau muatan, berkat baterai kendaraan sel bahan bakar yang lebih kecil dan bobot yang lebih rendah.  

Beberapa pengamat di Amerika, Eropa, Cina dan Jepang mengatakan bahwa untuk kota-kota yang ingin mengurangi polusi udara yang dihasilkan dari kendaraan dan mengimplementasikan program perubahan iklim menuju net zero emission mempercayaai implementasi teknologi baterai listrik dan sel bahan bakar mempercepat terwujudnya emisi bebas karbon dari sektor transportasi.

Pada kendaraan dengan perpaduan teknologi sel bahan bakar dan baterai listrik dalam  menghasilkan listrik dilakukan dengan proses memompa hidrogen dari tangki bahan bakar ke satu sisi tumpukan sel bahan bakar saat oksigen dari udara memasuki sisi lain. 

Di dalam tumpukan sel bahan bakar, hidrogen pecah menjadi proton dan elektron yang menghasilkan listrik kemudian berikatan kembali untuk mengeluarkan uap air melalui knalpot sebagai saluran pembuangan.  Selanjutnya listrik dari tumpukan sel bahan bakar dimasukkan ke dalam baterai yang mengoperasikan motor listrik.  

Menurut Pusat Sumber Daya Analisis Hidrogen, pada tahun 2020 sudah lebih dari 20.000 kendaraan sel bahan bakar aktif di seluruh dunia; sekitar 14% di antaranya adalah bus, 6% adalah truk dan sisanya adalah kendaraan penumpang ringan, dikutip dari thecityfix.com.

Secara umum, ada tiga perbedaan utama yang perlu dipertimbangkan antara kendaraan listrik sel bahan bakar dan kendaraan listrik baterai. 

Kendaraan sel bahan bakar masih memiliki baterai, tetapi jauh lebih kecil dan lebih ringan daripada kendaraan listrik baterai. 

Secara umum, baterai lebih berat daripada mesin pembakaran internal dan untuk beberapa kelas kendaraan, bobot ekstra bisa menjadi masalah.

Karena semisal bobot tambahan baterai 600 kWh di truk listrik baterai dapat mengurangi kapasitas kargo sebesar 3% dibandingkan dengan truk yang sama yang ditenagai oleh mesin diesel. 

Karena kendaraan sel bahan bakar menyimpan energi dalam bentuk hidrogen, baterai mereka dapat berukuran 6 hingga 50 kali lebih kecil daripada kendaraan listrik baterai. 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini