oleh

Mengenal Sistem Operasi Tenaga Listrik di Semenanjung Skandinavia Dalam Menuju Nol Karbon

By Suryo SOLARENERGI.ID – Skandinavia merupakan wilayah yang terletak di Eropa Utara dan pertama kali sekitar abad 18 digunakan untuk menggambarkan Denmark, Norwegia dan Swedia sementara wilayah yang lain termasuk Islandia, Finlandia, Kepulauan Aland dan Kepulauan Faroe. 

Menenggok  konsumsi listrik dan bauran energi di semenanjung Skandinavia yang sebagian besar pasokan listrik dipenuhi dari hydro dan nuklir namun sumber lain yang berasal dari tenaga angin yang didominasi dari Denmark dan biofuel yang didominasi dari Swedia memberikan sumbangan yang sangat berarti dalam meningkatkan pasokan listrik pada sistem  interkoneksi sekaligus meningkatkan bauran energi.  Di antara ketiga negara tersebut,

Norwegia memiliki kapasitas terbarukan tertinggi dan hampir semua energinya berasal dari sumber terbarukan. Produksi tenaga angin mereka secara signifikan lebih rendah daripada di Swedia dan Denmark.  Sebaliknya, tenaga air adalah sumber energi terbarukan utama di Norwegia, dan rata-rata produksi pembangkit listrik tenaga air di negara ini meningkat setiap tahun selama sepuluh tahun terakhir. Di Swedia, sumber energi terbarukan terbesar adalah biofuel, tetapi negara ini juga menghasilkan banyak tenaga air dan angin.

Produksi biofuel Swedia meningkat secara keseluruhan dalam dua dekade terakhir sehingga biofuel yang diperoleh dari hasil hutan menjadi terbesar dan mampu mangendalikan bioenergi di negara tersebut  namun semenjak tahun 2018 pemanfaatan energi surya ikut bertambah sejak tahun 2018 sebesar 400 GWh menjadi hampir 1 TWh di tahun 2020 dan diharapkan pada tahun 2022 bisa mencapai 1,7 TWh . 

Penggunaan biofuel di Swedia yang paling umum adalah untuk menghasilkan pemanas dari biofuel tetapi juga digunakan untuk menghasilkan listrik, serta bahan bakar untuk transportasi. 

Sementara itu, tenaga surya hanya masih dibawah satu persen dari semua listrik yang dihasilkan tahun 2020 dan kapasitas energi terbarukan di Denmark, Norwegia dan Swedia telah tumbuh dengan kecepatan yang stabil selama sepuluh tahun terakhir. 

Mengutip laman fingrid.fi, bahwa untuk sistem penyaluran energi listrik di sistem Nordik saling terhubung dengan negara lain melalui beberapa sambungan  transmisi arus searah (DC). Ada sejumlah sambunugan  DC ke Denmark barat (Jutlandia) dari Swedia, Norwegia dan Denmark Timur, sambungan  DC berjalan dari Swedia ke Jerman, Polandia dan Lithuania.

Ada koneksi DC dari Norwegia ke Belanda, dan dari Finlandia ke Estonia dan Rusia Jaringan utama Finlandia terhubung ke jaringan Swedia melalui dua sambungan arus bolak-balik (AC) 400 kV di Finlandia utara, sedangkan untuk jaringan (AC) 220 kV  Finlandia terhubung dengan jaringan  ke Norwegia, sehingga bisa saling mengirim dan menerima energi listrik.

Selain jaringan (AC) baik yang 400 kV dan 220 kV juga telah dibangun jaringan (DC) : Fenno-Skan 1 dari Rauma (400 MW) ke Dannebo, Swedia, sedangkan untuk  Fenno-Skan 2 (800 MW) dari Rauma ke Finnböle, Swedia, disampiing kedua sambungan (Fenno-Skan 1 & Fenno-Skan 2) ada juga sambungan DC (100 MW)  dari Naantali ke Kepulauan land yang  dimiliki dan dioperasikan oleh Kraftnät land.

“Jaringan utama Finlandia adalah bagian dari sistem antar-Nordik yang sinkron, yang mencakup jaringan transmisi Swedia, Norwegia, dan Denmark timur, selain Finlandia.” .

Dalam mencapai nol karbon maka masing-masing negara saling meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan baik dari , biofuel, energi surya, energi angin dengan menambahkan system pengimpanan baterai skala besar diatas 200 MWh dengan harapan dapat menurunkan kapasitas pembangkit nuklirnya. Dalam mendukung operasi sistem tenaga listrik bersama maka, pada bagian dari kontrak jaringan utama adalah penyediaan instruksi aplikasi pertukaran informasi reaktif dan real-time.

Aplikasi perintah suplai daya reaktif diterapkan untuk suplai dan pemantauan, dan untuk menghitung batas suplai, daya reaktif yang ditransmisikan melalui titik koneksi pelanggan di jaringan utama. Perinah aplikasi tambahan menentukan pedoman bagaimana mempertahankan cadangan daya reaktif di generator. Pertukaran informasi waktu-daya nyata diterapkan pada pertukaran informasi waktu-daya nyata yang terkait dengan pemeliharaan keamanan sistem dan penerapan teknis dan definisi pertukaran informasi waktu-daya nyata sehingga kemampuan daya pasok ke Jaringan utama Finlandia dapat diketahui lebih awal dari pemantauan system perancanaan dengan kondisi pembebanan secara real time.

“Sambungan jaringan utama dari setiap nega harus memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan dalam Persyaratan Sambungan Umum Fingrid (YLE). Selain Ketentuan Sambungan Umum, pembangkit listrik harus memenuhi Spesifikasi Fingrid untuk Kinerja Operasional Fasilitas Pembangkit Listrik (VJV). Fingrid juga telah menerbitkan Spesifikasi Kode Grid untuk permintaan  sambungan (KJV)”.

Kontrak dengan jaringan utama digunakan untuk menyepakati hak pelanggan dalam  mentransfer listrik dari dan ke jaringan utama melalui titik-titik sambungannya sementara terkait :  syarat dan harga layanan, penyediaan daya reaktif, pemeliharaan cadangan daya reaktif, dan pertukaran secara informasi real-time terkait bertujuan menjaga keamanan sistem pada jaringan utama.

Sehingga Tujuan dalam pengoperasian sistem tenaga lisrik melalui pertukaran informasi yang berkelanjutan dengan pelanggan dapat dilakukan diupayakan apabila berpotensi akan terjadi gangguan berupa kekurangan pasokan daya sedini mungkin dapat dilakukan antisipasi dan apabila terpaksa harus melakukan penggurangan daya pasok pelanggan akan diinformasikan secapat mungkin .

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini