Suasana meriah menyelimuti garis start saat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito abimanyu bersiap melepas para pelari. Didampingi oleh Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., Wakil Menteri Pendidikan dan Olahraga RI, Taufik Hidayat, dan Pemilik Transmedia Group, Chairul Tanjung (CT), Anggito memberikan suntikan motivasi bagi para pelari. Ia berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan rute hingga garis akhir dan keluar sebagai pemenang. “Mudah-mudahan semua jadi juara,” pesannya, seperti dilaporkan laman resmi UGM.

Alih-alih sebatas adu kecepatan pada kategori 10K, ajang lari ini juga menyajikan pemandangan yang tak kalah menarik pada kategori 5K. Pada kategori ini, ratusan peserta menunjukkan kreativitasnya demi memperebutkan penghargaan Best Costume. Mulai dari adat Dayak, ultraman, bertema peri, menggendong naga, hingga cosplay Mbok Raminten sukses memancing gelak tawa dan tepuk tangan penonton sepanjang rute.

Keunikan ini salah satunya ditampilkan oleh Santi, alumnus Fakultas Kehutanan UGM asal Wonosari yang memilih kostum bertema Maleficent. Ia menjelaskan bahwa selain unik, pemilihan kostum ini juga bertolak pada kenyamanannya dalam berhijab dan pertimbangannya untuk tidak mengganggu peserta lain. “Saya ingin menyalurkan kreativitas sembari berlari. Untuk kostum ini juga tidak gerah karena memang telah dipertimbangkan sejak awal agar tidak mengganggu orang serta saya tetap merasa nyaman,” ujarnya.

Kemeriahan semakin memuncak saat para peserta kembali ke garis finish. Rasa lelah saat berlari terbayar dengan refreshment yang disediakan oleh panitia. Suasana sekitar GIK UGM pun berubah layaknya festival, berkat kehadiran deretan stan UMKM serta beragam games seru yang disediakan LPS dan beberapa stan.

Sebagai informasi, pada kategori 10K pria, pelari asal Afrika, James Ndungu Kahura berhasil menyabet juara pertama dengan catatan waktu 30 menit 21 detik. Posisi kedua ditempati oleh Jimnah Kuria Kariuki, dengan catatan waktu 30 menit 26 detik, disusul oleh Amos Cheuiyot Kirui, dengan catatan waktu 30.43.

Sementara itu, kategori 10K Wanita, Evangeline Makena dengan catatan waktu 35 menit berhasil menduduki podium utama. Odekta Elvina Naibaho mengamankan posisi kedua dengan catatan waktu 35.16, diikuti Sharun Ndanu, dengan catatan waktu 36.43. Selain adu cepat, penghargaan untuk kostum terbaik berhasil diraih oleh icha herunia, sedangkan untuk kategori pria, diraih oleh ronal.

Kolaborasi antara Transmedia Group, UGM, Bank Indonesia, OJK, Kemenkeu, serta LPS dalam ajang lari ini sukses menghadirkan pengalaman seru yang luar biasa. Puncak kemeriahan acara pecah ketika Ndarboy genk naik ke atas panggung dan mengajak peserta di Joglo GIK UGM untuk bergoyang bersama.

Di sela-sela penampilan tersebut, Anggito Abimanyu dan Chairul Tanjung didampingi Taufik Hidayat menyerahkan bantuan beasiswa secara simbolis sebesar Rp805 juta kepada UGM. CT mengungkapkan bahwa dana tersebut bersumber sepenuhnya dari uang pendaftaran yang terkumpul dari pendaftaran Jogja Run D-City. “Uang yang bapak ibu belikan tiket, seluruhnya didonasikan untuk beasiswa mahasiswa UGM. Tidak ada yang dipotong sedikitpun, jumlahnya total Rp805.015.084,” ujar CT.

CT menambahkan bahwa nantinya beasiswa ini akan ditambah oleh LPS sehingga genap 1 miliar. “Jangan khawatir, mau digenapkan sama LPS, 1 miliar,” tambahnya.

Menerima donasi tersebut, Rektor UGM Ova Emilia menyambutnya dengan penuh rasa syukur. Ova menegaskan bahwa seluruh dana akan dialokasikan tepat sasaran demi menunjang kelancaran akademik mahasiswa. “Beasiswa ini kita peruntukan untuk membantu adik-adik menyelesaikan studinya. Terima kasih atas beasiswa untuk UGM,” pungkas Ova.