Mengusung tema “Langkah Awal Menuju Karier Gemilang”, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara mahasiswa, alumni, industri, dan pemerintah untuk memperkuat konektivitas dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. Selain job fair, kegiatan juga menghadirkan walk-in interview, career coaching, serta talkshow karier global.
Ketua Panitia SV Career Days 2026, Dr.Eng. Agustinus Winarno, S.T., M.Eng., mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi upaya Sekolah Vokasi UGM membangun sinergi yang lebih kuat antara kampus dan industri. “Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun sinergi yang lebih kuat antara dunia pendidikan dan dunia industri. Kami berupaya memobilisasi potensi yang dimiliki industri sekaligus menjadikan kampus sebagai jembatan yang menghubungkan mahasiswa dengan dunia kerja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kehadiran peluang kerja internasional menjadi salah satu hal istimewa pada penyelenggaraan tahun ini. Selain peluang kerja ke Jepang, untuk pertama kalinya peserta juga mendapatkan informasi dan akses peluang kerja profesional ke Austria.
Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UGM, Dr. Ir. Wiryanta, S.T., M.T., menyampaikan bahwa lulusan Sekolah Vokasi UGM memiliki daya saing tinggi di dunia kerja. Hal tersebut tercermin dari masa tunggu lulusan yang relatif singkat. “Alhamdulillah, hingga saat ini masa tunggu lulusan Sekolah Vokasi rata-rata hanya sekitar tiga bulan. Artinya, lulusan Sekolah Vokasi cukup diminati dan memiliki daya saing yang baik,” ungkapnya.
Menurutnya, SV Career Days bukan sekadar job fair biasa, melainkan pertemuan antara potensi, kesempatan, dan harapan. Sekolah Vokasi UGM menghadirkan talenta muda dengan kompetensi nasional maupun global, sementara industri membuka peluang kolaborasi dan pengembangan karier bagi generasi muda. “Kami percaya kemajuan dapat dicapai melalui sinergi dan kerja sama, bukan berjalan sendiri-sendiri,” katanya. Wiryanta juga menambahkan bahwa Sekolah Vokasi UGM terus menjaga komunikasi intensif dengan dunia industri agar kurikulum dan kompetensi lulusan tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Kolaborasi internasional dalam SV Career Days 2026 diperkuat melalui kehadiran JobStreet by SEEK sebagai mitra strategis. Head of Candidate Marketing JobStreet by SEEK, Annisa Thabiina, menyebut kerja sama ini menjadi kolaborasi perdana dengan UGM. “Melalui kerja sama dengan UGM tahun ini, kami berupaya membantu membuka akses yang lebih luas bagi para job seekers untuk memperoleh peluang kerja melalui platform yang aman, terpercaya, dan mudah digunakan,” ujarnya.
Annisa menjelaskan bahwa JobStreet by SEEK saat ini terus mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pencari kerja menemukan pekerjaan yang paling sesuai dengan keterampilan, pengalaman, dan aspirasi karir mereka. Selain menyediakan akses lowongan kerja, JobStreet juga menghadirkan layanan career coaching yang membantu peserta memahami strategi membangun CV, personal branding, hingga kesiapan menghadapi persaingan kerja global.
Peluang kerja internasional juga diperkenalkan melalui kehadiran Austrian Business Agency. Director of Indonesia & Philippines Austrian Business Agency, Raphael Rey Bacolod, menjelaskan bahwa saat ini telah terdapat nota kesepahaman antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Austria terkait perekrutan tenaga kerja profesional Indonesia. “Hal ini berarti para profesional dan pekerja terampil Indonesia dapat pindah dan bekerja di Austria. Persyaratan utamanya adalah memperoleh tawaran pekerjaan dari perusahaan atau pemberi kerja di Austria,” ujarnya.
Ia menambahkan, Austrian Business Agency akan membantu proses pencarian kerja, pengurusan izin tinggal dan kerja, hingga pendampingan relokasi bagi tenaga kerja Indonesia yang berhasil memperoleh pekerjaan di Austria.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY. Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Disnakertrans DIY, R. Darmawan, menilai kegiatan career days menjadi langkah konkret dalam mempertemukan lulusan pendidikan vokasi dengan dunia industri. “Kegiatan career days ini merupakan langkah konkret dalam mempertemukan lulusan sekolah vokasi dengan dunia kerja,” katanya. Ia juga mengingatkan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi peserta magang maupun pekerja muda, termasuk perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.
Melalui penyelenggaraan SV UGM Career Days 2026, Sekolah Vokasi UGM berharap kolaborasi antara kampus, industri, pemerintah, dan mitra internasional dapat terus berkembang untuk memperluas peluang karir generasi muda Indonesia, baik di tingkat nasional maupun global.












