SOLARENERGI.ID – Nilai ekspor Indonesia Januari–Desember 2025 mencapai US$282,91 miliar atau naik 6,15 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$269,84 miliar naik 7,66 persen. Nilai ekspor Indonesia Desember 2025 mencapai US$26,35 miliar atau naik 11,64 persen dibanding ekspor Desember 2024.
Ekspor nonmigas Desember 2025 mencapai US$25,09 miliar, naik 13,72 persen dibanding Desember 2024. Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari–Desember 2025, semua komoditas mengalami peningkatan, kecuali bahan bakar mineral yang mengalami penurunan sebesar US$7,61 miliar (19,18 persen). Sementara komoditas dengan peningkatan tertinggi adalah lemak dan minyak hewani/nabati yang naik sebesar US$7,50 miliar (27,94 persen).
Ekspor nonmigas Januari–Desember 2025 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$64,82 miliar, disusul Amerika Serikat US$30,96 miliar, dan India US$18,32 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 42,28 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$51,58 miliar dan US$19,28 miliar. Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari-Desember 2025 naik 14,47 persen dibanding periode yang sama tahun 2024, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 21,01 persen, sedangkan ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 23,00 persen.
Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Desember 2025 berasal dari Provinsi Jawa Barat dengan nilai US$38,72 miliar (13,69 persen), diikuti Jawa Timur US$29,12 miliar (10,29 persen) dan Kepulauan Riau US$23,41 miliar (8,28 persen).









