Secara lebih luas, lanjut Smith, ada banyak kemajuan yang dicapai pada data ESG, sehingga lebih berguna dan berwawasan luas. Tetapi karena urgensi menangani isu-isu ESG yang menjadi perhatian investor perusahaan dan pemerintah, maka masih diperlukan peningkatan kualitas data dan ratingnya.
Smith menyebutkan dalam dan penelitian yang dilakukan, Sustainalytics telah menjangkau lebih dari 20.000 perusahaan termasuk seluruh rantai nilai energi mulai dari hulu ke hilir. Untuk saat ini, perusahaannya aktif membantu emiten korporat mengintegrasikan keberlanjutan strategi dan modal proyek.
Sebagaimana diketahui, pada September 2021, Pertamina menerima ESG Risk Rating oleh Sustainalytics sebesar 28,1 dan dinilai berada pada risiko Medium dalam mengalami dampak keuangan material dari faktor-faktor ESG. Risk Rating ini mengalami perbaikan signifikan dari sebelumnya mencapai 41,6 (Severe Risk) pada Februari 2021.












