oleh

Keberhasilan Uji Coba Mobil Sel Bahan Bakar Hidrogen di Eropa Utara

By Citra, SOLARENERGI.ID – Hidrogen adalah elemen yang paling melimpah di bumi ini, meski  Hidrogen (H2) dapat diekstraksi dari bahan bakar fosil dan biomassa, dari air, atau dari campuran keduanya, namun produksi yang paling banyak diperoleh dari gas alam , terhitung sekitar tiga perempat dari produksi  tahunan dunia diperoleh dari gas alam .

Sebagian besar H2 saat ini meski diproduksi dari proses reformasi uap gas alam atau gasifikasi batubara namun ketika dimanfaatkan sebagai sumber untuk menghasilkan energi tidak menghasilkan emisi gas karbon dioksida artinya nol karbon, sehingga menjadi harapan bagi industri otomotif masa depan yang dituntut untuk mengunakan energi yang bersumber dari non fosil agar dapat mengurangi emisi gas karbon dioksida (CO2).

Semenjak teknologi tersebut diterapkan sudah banyak produsen kendaraan (industri otomotif) telah bereksperimen dengan teknologi ini, dan sementara beberapa telah berkomitmen untuk memproduksi kendaraan bertenaga hidrogen dalam jumlah sedikit  yang diikuti dengan serangkaian uji coba berkendara di jalan raya sebelum nantinya diproduksi massal dan mengantikan sebagaian kendaraan berbahan bakar minyak. Seperti yang dikutip laman news.cision.com bahwa Hyundai yang melakukan ujicoba di Skandinavia pada Proyek Mercusuar pertama dari Sel Bahan Bakar dan Hydrogen Joint ix35 FCEV kendaraan yang diujicobakan mampu melaju dengan kecepatan 160 km/jam dilengkapi juga dengan sel bahan bakar 100 kW (136 hp) dan dua tangki penyimpanan hidrogen dengan total kapasitas 5,64 kg, memungkinkan kendaraan untuk menempuh jarak total 525 km (mode NEDC) dengan sekali pengisian daya yang hanya memancarkan air murni . Allan Rushforth, Wakil Presiden Senior dan COO Hyundai Motor Europe, mengatakan: ”Hyundai berkomitmen untuk mengeksplorasi sejumlah solusi energi alternatif yang akan berkontribusi pada masa depan yang berkelanjutan bagi industri otomotif ” .

Sementara yang dikutip dari laman fch.europa.eu bahwa di Kopenhagen Hyundai juga melakukan hal yang sama yaitu telah di ujicoba sebanyak 21 uniit di kota Kopenhagen yang merupakan bagian dari proyek yang didanai FCH JU Hydrogen Mobility Europe 2 (H2ME-2) dan telah menjadi penggerak pertama di seluruh dunia terkait hidrogen untuk transportasi.

Pemerintah kota telah meluncurkan pelanggan iX35 Hyundai di Eropa pada tahun 2013, dan selama durasi proyek H2ME-2 hingga tahun 2021 Kota Kopenhagen akan meningkatkan armada FCEV-nya.

Mobil listrik yang menggunakan hidrogen memiliki keunggulan yang jelas: mereka cepat mengisi bahan bakar, dapat berkendara lebih dari 500 km dan tidak mengeluarkan emisi berbahaya di atmosfer, karena hidrogen dihasilkan dari energi terbarukan.

Ini bisa menjadi  “sinyal yang jelas bahwa para pengambil keputusan ingin berperan dalam transisi transportasi tanpa emisi dan bahwa masyarakat sipil meminta perubahan menuju solusi mobilitas hijau, di mana hidrogen akan memainkan peran penting“.

Penggunaan FCEV sangat cocok dengan profil Kopenhagen yang hijau dan berkelanjutan karena tidak mengeluarkan CO2. Hidrogen dihasilkan melalui pemanfaatan kelebihan energi terbarukan, seperti angin, dan dengan demikian kota dapat memanfaatkan dan mentransfer listrik hijau ke sektor transportasi.

Proyek ujicoba kendaraan listrik yang bersumber dari Hidrogen atau Fuel Cell Electric Veihecle (FCEV kedepan  akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemajuan teknologi dibidang transportasi dan meningkatkan kelayakan pasar serta  komersialisasi teknologi sel bahan bakar hydrogen, yang akan memiliki peran besar dalam mencapai pengurangan emisi 55% pada tahun 2030.

Dekarbonisasi sektor transportasi sangat penting untuk memastikan transisi Eropa ke ekonomi karbon-netral dan mencakup semua aspek pemanfaatan hidrogen dalam transportasi, khususnya untuk kendaraan angkutan berat sejenis container dan trailer. Oleh karena itu, standar CO2 untuk mobil dan van menetapkan target netral teknologi untuk mengurangi emisi pada 2030 dan 2035.

Beberapa negara Eropa utara telah menandatangani nota kesepahaman dengan Honda, Toyota, Nissan dan Hyundai, untuk bekerja menuju pengembangan kendaraan sel bahan bakar dan memasang infrastruktur hidrogen. Seperti dilansir Wards Auto, perusahaan di Norwegia, Swedia, Denmark dan Islandia berkomitmen untuk infrastruktur bahan bakar hidrogen. Peraturan Infrastruktur bahan bakar alternatif juga akan mendukung penyebaran infrastruktur bahan bakar hydrogen  termasuk menetapkan  jarak titik  satu stasiun pengisian bahan bakar untuk hydrogen yang akan tersedia setiap 150 km di sepanjang jalan utama.

Selain itu menambah keyakinan bagi produsen  mobil yang terlibat bahwa produk mereka akan memiliki pasar , perjanjian tersebut bertepatan dengan pengumuman Honda bahwa mereka akan memproduksi kendaraan listrik sel bahan bakar , yang  diluncurkan pada tahun 2015.

Produsen mobil Jepang ini adalah salah satu dari sedikit perusahaan yang saat telah  menjalankan uji coba dengan kendaraan sel bahan bakar produksi, FCX Clarity. Ken Kier, wakil presiden eksekutif Honda Eropa, mengatakan Kami ingin terus memimpin teknologi sel bahan bakar di seluruh dunia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini