Energy CalculatorNews

Memahami Dan Mengukur Kekuatan Baterai Lithium 200Ah

20
×

Memahami Dan Mengukur Kekuatan Baterai Lithium 200Ah

Sebarkan artikel ini
sumber , New Victron Energy Lithium Ion Battery

Suryo

SOLARENERGI.ID  Di dunia teknologi yang terus berkembang, baterai memainkan peran penting dalam memberi daya pada perangkat elektronik, mulai dari kamera digital, ponsel pintar, mesin produksi mebel portable hingga kendaraan listrik, permintaan akan solusi penyimpanan energi yang efisien dan tahan lama terus meningkat.

Salah satu solusi yang mendapat perhatian signifikan adalah baterai lithium 200Ah., tetapi seberapa besar kekuatan sebenarnya yang dimilikinya?

Untuk memahami kapasitas daya baterai lithium 200Ah, penting untuk terlebih dahulu mendefinisikan istilah-istilah yang terlibat.

Ah, atau ampere-jam, adalah satuan muatan listrik yang mengukur jumlah energi listrik yang dapat disimpan baterai dalam jangka waktu tertentu. Ini mewakili kapasitas baterai untuk mengalirkan sejumlah arus listrik searah atau mengalistrik elektron dalam jangka waktu tertentu. 

Di sisi lain, kW, atau kilowatt, adalah satuan daya yang mengukur arus listrik serah yang dikonsumsi oleh peralatan elektronik atau produksi energi. Ketika menentukan kapasitas daya baterai menggunakan  nilai Ah saja tidak cukup.  Untuk menghitung kilowatt-jam (kWh) energi yang tersimpan dalam baterai, nilai Ah perlu dikalikan dengan tegangan baterai (Volt) .

Misalnya, baterai litium 200Ah dengan tegangan 12V akan memiliki kapasitas daya untuk mengeluarkan energy listrik sebesar 2,4kWh (200Ah x 12V = 2400Wh, yang setara dengan 2,4kWh).

Hal ini penting bahwa energy listrik sebesar 2,4 kWh tersebut dalam pengisian energy nya bersumber dari energi terbarukan/ bersih atau energi fuel, jika pengisian baterai 2,4kWh bersumber dari pembangkit listrik tenaga surya atau bersumber dari energi bersih maka dapat dikatakan bahwa peralatan elektronik yang menggunakan baterai 2,4 kWh tersebut telah mengkonsumsi energy bersih karena sumber energy berasal dari energy terbarukan.

Penting untuk diingat bahwa kapasitas daya baterai tidak secara langsung menunjukkan kinerja atau kesesuaiannya untuk aplikasi tertentu. Faktor lain seperti laju pengosongan daya, efisiensi, dan toleransi suhu juga berperan penting dalam menentukan kinerja baterai secara keseluruhan.

Beberapa jenis dan penggunaan baterai lithium 200Ah, antara lain :

Baterai lithium 12V 200Ah

Baterai lithium 12V 200Ah adalah pilihan populer untuk berbagai aplikasi termasuk aplikasi tenaga surya, kelautan & RV yang memiliki karakteristik portabel dan ringan, membuatnya mudah dipasang dan diangkut. Baterai litium 12V 200Ah dapat menghasilkan keluaran daya tinggi dan memiliki masa pakai yang lama.

Baterai lithium 24V 200Ah

Penggunaan baterai 24V-200Ah biasa digunakan untuk E-bike, perahu, dan sistem tenaga off-grid, merupakan pilihan yang populer untuk aplikasi bisnis dan industri, yang mengutamakan keandalan dan masa pakai yang lama.

Baterai lithium 48V 200Ah

Sementara untuk baterai lithium 48V 200Ah sangat cocok untuk pemakaian skala besar seperti sistem daya cadangan pusat data dan bangunan perumahan dan komersial besar, hal ini merupakan pilihan yang efektif dan dapat diandalkan untuk pemakaian  daya tinggi karena kepadatan energinya yang lebih tinggi dan kemampuan keluaran daya yang tinggi

Berapa lama baterai lithium 200Ah dapat bertahan dalam sekali pengisian daya? 

Waktu pakai baterai lithium 200Ah bergantung pada jumlah daya yang dibutuhkan oleh perangkat atau peralatan elektronik yang terhubung ke baterai. Untuk menghitung masa pakai baterai lithium 200Ah, kita perlu mengetahui daya (watt) perangkat atau peralatan dan voltase baterai.

Apabila baterai lithium 12V 200Ah dan terhubung dengan peralatan elektronik 100W, selanjutnya bagaimana menghitung waktu pengoperasian :

Durasi = (Kapasitas Baterai (Ah) x Tegangan Baterai (V) )  / Watt Alat (W)

Dengan menggunakan formula  di atas, waktu pengoperasian baterai litium 12V 200Ah dalam jam adalah:

Waktu pengoperasian = 200Ah x 12V / 100W = 24 jam

Oleh karena itu, baterai litium 12V 200Ah akan bertahan selama 24 jam jika peralatan 100W terus menerus dioperasikan .

Selanjutnya bagaimana waktu pengisian baterai lithium 200Ah

Waktu pengisian baterai lithium 200Ah dipengaruhi oleh arus pengisian dan status pengisian daya (SOC) baterai, adapun SOC menunjukkan persentase kapasitas baterai yang tersedia untuk digunakan. Baterai lithium 200Ah dengan SOC 100% biasanya dapat diisi dalam 20 jam menggunakan pengisi daya 10A, namun jika arus pengisian dinaikkan menjadi 25A, maka waktu pengisian lebih singkat menjadi 8 jam.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *