oleh

Pertamina Bertekad Optimalkan Panas Bumi Untuk Penuhi Kebutuhan Listrik Dari Energi Bersih di Indonesia

Citra, SOLARENERGI.IDGlasgow, 9/11/2021 – Energi panas bumi adalah sumber daya bersih dan terbarukan yang dapat dimanfaatkan oleh banyak negara di seluruh dunia, terutama negara yang secara geografis masuk jalur ring of fire di mana banyak ditemukan dibawah pusat- pusat vilkanik dari gunung berapi aktif dan tidak aktif inilah yang membuat Jepang, philipina, Selandia Baru, dan Amerika Serikat termasuk Indonesia menjadi pemain utama dalam industri panas bumi yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.

Mengutip laman pertamina.com hingga awal tahun 2021 kapasitas terpasang pembangkit panas bumi di Indonesia mencapai 2.133 MW sehingga menjadi negara terbesar kedua dengan potensi panas bumi di dunia, setelah Amerika Serikat. Meski mejadi pemain kedua terbesar di dunia dalam hal pengelolaan panas bumi masih banyak potensi yang belum dimanfaatkan untuk itu PT Pertamina (Persero), bertekad mengoptimalkan pemanfaatan panas bumi agar pemanfaatkan panas bumi sebagai sumber energi terbarukan semakin meningkat setiap tahunnya.

Berdasarkan lanskap nasional, Indonesia memiliki lokasi cadangan panas bumi yang cukup tersebar, namun sebagian besar permintaan masih berada di Sumatera (dengan kapasitas terpasang 700 MW dari potensi 9.100 MW); Jawa (dengan kapasitas terpasang 1.300 MW dari 9.100 MW potensi); dan Bali (dengan kapasitas terpasang 10 MW dari potensi 1.700 MW), katanya.

“Namun pemanfaatan cadangan sumber daya tersebut kurang dari 10 persen, sehingga sangat potensial untuk meningkatkan kapasitas dan pemanfaatan energi panas bumi,” kata Dirut PT Pertamina Power Indonesia Dannif Danusaputro, saat talkshow di Paviliun Indonesia di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP26) ke-26 di Glasgow, Skotlandia, Senin (8/11)

Mengingat pemanfaatan cadangan yang masih sangat rendah, Pertamina bertekad menjajaki peluang yang sangat besar tersebut untuk memanfaatkan energi panas bumi.

“Ini juga diharapkan mampu  merealisasikan bauran energi Indonesia, yang sejalan dengan strategi energi nasional untuk meningkatkan EBT dari level saat ini di bawah 30 persen hingga mencapai target 24 persen pada 2030. Dan panas bumi akan menjadi salah satu faktor kunci untuk itu,” tegasnya.

Sebagai salah satu sumber energi terbarukan, panas bumi dikenal sebagai salah satu energi baru dan terbarukan  yang mampu beroperasi untuk memikul beban dasar pada sistem operasi tenaga listrik sehingga mempunyai efisiensi mendekati efisiensi pembangkit listrik tenaga air.

Dengan faktor ketersediaan rata-rata 90 persen dan kapasitas 70 persen, panas bumi dapat menjadi pasokan energi yang stabil yang tidak terganggu oleh faktor alam seperti cuaca meskipun membutuhkan transmisi yang lebih Panjang untuk mentransfer energi listrik dari pusat pembangkit ke pusat-pusat beban.

Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan panas bumi, Pertamina saat ini sedang melakukan konsolidasi aset panas bumi milik BUMN lain dan badan pemerintah untuk mengembangkan bisnis panas bumi.

Integrasi bisnis panas bumi diharapkan dapat menjadi salah satu katalis untuk mewujudkan panas bumi sebagai green innovation engine di Indonesia, yang dapat berkontribusi pada pencapaian komitmen NDC negara serta sebagai green baseload yang dapat menggantikan pembangkit fosil.

Hal ini juga dapat membantu percepatan pengembangan panas bumi dengan tambahan kapasitas terpasang dari perusahaan sebesar 1,2 GW hingga 2030 dan mendukung pencapaian rencana pengadaan tenaga listrik jangka panjang (RUPTL) dan target perencanaan energi umum (RUEN) nasional.

“Kami yakin ini akan bermanfaat tidak hanya bagi kami sebagai pelaku bisnis tetapi juga untuk kontribusi komitmen NDC Indonesia. Indonesia berperan penting dalam dekarbonisasi global ini dan panas bumi merupakan salah satu sumber energi terbarukan utama yang perlu terus kita kejar dan produksi,” kata Danusaputro.

Berdasarkan data terdapat duapuluh sumur panas bumi di Indonesia, yang meliputi :

  • Lokop di Aceh
  • Sipoholon Ria Ria di Sumatera Utara
  • Sajau di Kalimantan Utara
  • Bora Pulu di Sulawesi Tengah
  • Marana di Sulawesi Tengah
  • Bittuang di Sulawesi Selatan
  • Limbong di Sulawesi Selatan
  • Jailolo di Maluku Utara
  • Banda Baru di Maluku
  • Nage di NTT (Nusa Tenggara Timur)
  • Perkawinan di NTT
  • Sembalun di NTB (Nusa Tenggara Barat)
  • Gunung Batur – Kintamani di Bali
  • Guci di Jawa Tengah
  • Cisolok Cisukarame di Jawa Barat
  • Gunung Galunggung di Jawa Barat
  • Gunung Tampomas di Jawa Barat
  • Gunung Ciremai di Jawa Barat
  • Gunung Papandayan di Jawa Barat
  • Gunung Endut di Banten

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini