Nah, ketika EV diisi, listrik AC (arus bolak-balik) dari jaringan diubah menjadi listrik DC (arus searah), jenis yang bisa digunakan oleh mobil, konversi ini dilakukan oleh konverter mobil sendiri atau konverter yang terletak di pengisi daya. Kemudian, ketika Anda ingin menggunakan energi yang tersimpan di baterai EV untuk keperluan melistriki instalasi rumah yang sifatnya mendesak atau mengirimnya kembali ke jaringan rumah maka energi listrik DC yang tersimpan di baterai mobil harus diubah kembali menjadi listrik AC oleh inverter agar dapat dimanfaatkan oleh peralatan listrik yang ada di rumah. Dengan demikian EV dapat memberi Anda akses ke lebih dari sekadar gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Dengan pengisian EV dua arah, anda benar-benar tidak perlu kuatir apabila listrik yang mengalir kerumah anda kehilangan pasokan utamanya baik karena sedang dipelihara maupun dalam kondisi gangguan karena anda masih mempunyai cadangan energi listrik yang tersimpan didalam baterai kendaraan listrik sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan dapat dialirkan untuk mengantikan sementara ketika pasokan listrik utama sedang mengalami gangguan/ dilakukan pemeliharaan jaringan listrik yang mengakibatkan pasokan listrik ke rumah anda terputus , biasanya istilah ini disebut dengan Pengisian V2H (Vehicle to Home) .
Sementara yang dimaksud dengan pengisian cerdas (smart charging) akan mengacu pada segala jenis pengisian EV (uni atau dua arah) di mana waktu dan kecepatan pengisian dapat dikontrol oleh perangkat “smart EV”, daripada sakelar hidup/mati manual.
Pengisian daya cerdas adalah tentang menghubungkan titik pengisian daya dengan pengguna dan operator. Setiap kali EV dicolokkan, stasiun pengisian mengirimkan informasi (yaitu waktu pengisian, kecepatan, dll) melalui Wi-Fi atau Bluetooth ke platform manajemen berbasis cloud terpusat.












