Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan cocok untuk diimplementasikan secara komersial perlu direncanakan dengan hati-hati untuk memastikan investasi yang dilakukan pada pembangkit listrik tenaga surya dimanfaatkan secara maksimal dalam mendukung kebutuhan listrik di industri.
Hal pertama yang harus ditentukan adalah beban yang dibutuhkan untuk menjalankan berbagai mesin dan peralatan di perusahaan komersial.
“Hal ini penting untuk memilih jenis PV (mono/poly), efisiensi PV (diatas 20 %), dua layer dengan teknologi tier 1 agar daya dan jumlah panel surya yang dibutuhkan dapat menghasilkan energi listrik yang diharapkan selama kurun waktu lebih dari 20 tahun.”
Untuk memulai, beban harian rata-rata harus dihitung yang dinyatakan dalam watt, selain itu jenis daya yang dibutuhkan – satu fasa, tiga fasa, AC atau DC – juga harus ditentukan diawal.
Misalnya, jika sebuah panel surya dapat menghasilkan 300 kilo Watt (kW) / 3 phase/ 380 V ketika menerima pancaran sinar matahari selama satu jam maka untuk menghasilkan daya listrik 1.500 kW dalam 5 jam sinar matahari.
Ini berarti panel surya ini dapat menghasilkan 1,5 MWh per hari selama 5 jam yang cukup untuk mengalirkan satu unit mini cool storage (lemari penyimpann ikan beku) dengan daya 50 kW selama 24 jam dan dua bua lampu LED daya 10 Watt selama 12 jam.
Untuk mendapatkan daya pasok listrik dengan daya 300 kW yang digunakan untuk memenuhi pasokan listrik secara komersial pada industri mini cool storage tentunya tidak sedikit panel surya yang digunakan namun perlu dihitung secara tepat berapa jumlah panel surya yang dibutuhkan, agar mini cool storage dapat beroperasi selama 24 jam .












