AutomobileFuel Cell

Fuel Cell Electric Truck Menjadi Solusi Angkutan Barang Ramah Lingkungan

116
×

Fuel Cell Electric Truck Menjadi Solusi Angkutan Barang Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Prototype hino truck fuel cell , sumber foto : hydrogen-central.com
mercedes-benz-fuel-cell-truck

Truck Mercedes-Benz yang dikembangkan berjenis GenH2, direncanakan dapat diuji coba pada tahun 2023 yang selanjutkan apabila berhasil dalam ujicoba tentunya akan diproduksi dan dipasarkan pada paruh kedua dekade ini. Pengembangan truck listrik sel bahan bakar dari Mercedes Benz menggunakan gas hydrogen yang dicairkan dan dijanjikan memiliki tenaga setara dengan truck diesel sejenisnya dengan bobot 25 ton dan 40 ton.

Daimler mengatakan lebih suka menggunakan hidrogen cair (LH2), karena akan menguntungkan dengan kepadatan energi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hidrogen gas, dengan demikian volume tangki yang digunakan jauh lebih kecil, karena secara significant memiliki tekanan yang lebih rendah, hal ini memberikan efek ruang pengangkutan yang lebih luas sehingga memiliki muatan yang lebih besar, selain itu akan meningkatkan kapasitas hidrogen yang dibawa sehinggajarak tempuh semakin meningkat dan waktu perjalanan semakin bertambah. 

Meskipun teknologi sel bahan bakar memiliki keunggulan namun jangan sampai melupakan baterai penyimpan energi yang mampu menggerakkan motor listrik yang apabila diintegrasikan dengan truck teknologi sel bahan bakar tentunya akan menambah jarak tempuhnya  dan menjadi momentum yang lebih besar untuk menghadirkan varian baru sel bahan bakar.  Perusahaan Daimler bagaimanapun juga telah menawarkan preview Mercedes-Benz eActros Long Haul bertenaga baterai yang mampu menjangkau jarak hingga 500 km untuk sekali pengisian ulang baterai dan perusahaan siap untuk produksi seri tersebut  pada tahun 2024. 

Pengembangan angkutan berat  dengan teknologi Fuel Cell Electric Truck (FCET) yang sedang dikembangkan oleh Daimler Mercedes-Benz dan Toyota-Hino merupakan yang disiapkan pada sector transportasi untuk menggantikan bahanbakar minyak yang selama ini digunakan dengan hydrogen yang tidak menimbulkan bahaya bagi lingkungan sehingga dapat menjadi solusi masa depan dalam mengurangi emisi gas karbon dioksida. Meskipun  harus dibayar dengan harga yang lebih mahal dibanding dengan teknologi motor bakar namun arah menuju terwujudnya zero carbone akan menjadi nyata

Tinggalkan Balasan