oleh

Mengenal Baterai Mobil Listrik

By : Citra

SOLARENERGI.ID – Baterai merupakan bagian dari kehidupan  manusia, karena dengan baterai manusia menjadi mudah, mengingat dengan baterai yang cukup aktifitas dapat dilakukan dimana saja seperti di hutan dapat menggerakan motor listrik untuk mengergaji pohon,  di laut dapat mempertahankan suhu mini cool storage yang digunakan untuk menyimpan hasil tangkapan ikan sehingga aktifitas manusia sulit dilepaskan dari baterai.

Secara umum baterai merupakan alat yang mengubah energi kimiawi menjadi listrik, berfungsi untuk menyimpan energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan peralatan/ perkakas listrik, peralatan elektronik secara fleksible

Didalam kondisi teknologi yang semakin membaik semenjak industry 3G hingga 5G mendorong kebutuhan akan battery meningkat sangat cepat karena tidak hanya dibutuhkan sebagai penyimpan energi listrik untuk untuk mengoperasikan peralatan portable namun peralatan komunikasi dan penyimpan data seperti smartphone, tablet, camera/video digital , kendaraan listrik pun membutuhkan baterai, dari jenis nikel cadmium hingga lithium-ion (Li-ion). “ setidaknya hadirnya baterai jenis lithium membawa perubahan yang luar biasa dalam pengembangan kendaraan listrik dan panel surya .

 Baterai mobil listrik

Baterai kendaraan listrik yang biasa disebut dengan Baterai EV dalam proses kerja penyimpanan energinya mengalami siklus ‘pengosongan‘ yang terjadi saat mengemudi dan ‘mengisi daya‘ saat mobil dicolokkan ke sumber listrik jaringan tengangan rendah.

Apabila proses pengosongan dan pengisian daya baterai diulang-ulang dari waktu ke waktu maka akan mempengaruhi kapasitas  pengisian daya yang dapat ditampung baterai dan berdampak pada performance penyimpanan baterai menjadi menurun namun tidak perlu kuatir karena sebagian besar produsen baterai memberikan garansi lima hingga delapan tahun pengunaan baterai EV, dan seiring dengan kemajuan teknologi baterai maka saat ini terdapat baterai EV yang mampu bertahan 10 – 20 tahun sebelum dilakukan penggantian.

Memperhatikan cara kerja baterai dan motor kendaraan listrik ternyata sangat sederhana – baterai terhubung ke satu atau lebih motor listrik yang digunakan untuk menggerakkan roda. Saat pengemudi menginjak pedal gas maka mobil langsung memberi daya ke motor listrik yang secara bertahap menghabiskan energi listrik yang tersimpan di baterai. Meski motor listrik dapat bekerja sebagai generator namun ketika pengemudi melepaskan atau mengurangi injakan pedal gas, mobil mulai melambat dengan mengubah gerakan majunya kembali menjadi listrik, kondisi ini akan terjadi lebih kuat apabila pengemudi menginjak rem. Pengereman regeneratif ini memulihkan energi yang seharusnya hilang dan menyimpannya Kembali kedalam baterai dan dengan demikian akan menambah jarak tempuh kendaraan listrik (mobil listrik). Dalam 5 tahun terakhir ini penggunaan beterai jenis Lithium-ion (Li-ion) sering dijumpai pda kendaraan listrik.

Baterai jenis Lithium-ion

Baterai Lithium-ion (Li-ion) adalah jenis baterai isi ulang yang digunakan pada kendaraan listrik dan sejumlah peralatan listrik/elektronik portabel.Baterai Lithium-ion ini memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi daripada baterai isi ulang timbal-asam atau nikel-kadmium biasa, yang berarti bahwa produsen baterai dapat menghemat ruang, mengurangi ukuran keseluruhan kemasan baterai. Lithium juga yang paling ringan dari semua logam, namun, baterai lithium-ion (Li-ion) tidak mengandung logam lithium karena mengandung ion. Bagi yang belum memahami secara detail dari baterai, pasti bertanya-tanya apa itu ion. “Ion merupakan atom atau molekul dengan muatan listrik yang disebabkan oleh kehilangan atau perolehan satu atau lebih elektron”. Baterai lithium-ion juga lebih aman daripada banyak alternatif dan produsen baterai harus memastikan bahwa langkah-langkah keamanan diterapkan untuk melindungi konsumen jika terjadi kegagalan baterai. Misalnya, produsen melengkapi kendaraan listrik dengan perlindungan pengisian daya untuk melindungi baterai selama sesi pengisian cepat berulang dalam waktu singkat. Setelah baterai EV kehilangan kapasitasnya untuk memberi daya pada kendaraan, baterai tersebut dapat digunakan untuk memberi daya pada rumah atau bangunan dengan berkontribusi pada sistem penyimpanan baterai. Sistem penyimpanan energi baterai menyimpan energi dari baterai yang dapat digunakan ketika dibutuhkan pada waktunya (dilain waktu).

Jika baterai tersebut digunakan untuk mengalirkan daya pada peralatan listrik yang dirumah, maka rumah tersebut mendapatkan energi terbarukan seperti angin atau matahari, begitu pula apabila pemilik baterai EV  tersebut memiliki hunian yang atap nya terpasang dengan solar panel maka ketika panel surya memproduksi listrik, tentunya energi listrik yang dihasllkan oleh panel surya juga dapat digunakan untuk mengisi baterai EV dan setelah muatan di baterai EV penuh dapat digunakan sepanjang malam saat sinar matahari berkurang.   Atau bahkan di siang hari energi yang dihasilkan panel surya dapat dilairkan ke jaringan tengangan rendah melalui system on-grid sehingga dapat menggurangi sejumalh energi listrik yang dihasilkan oleh jaringan sehingga akan mendapatkan pengurangan tagihan listrik di pemilik panel surya yang terhubung secara on-grid.  Baterai pada mobil listrik adalah teknologi yang terbukti dapat bertahan selama bertahun-tahun bahkan pabrikan EV menjaminnya.

Produsen mobil listrik Nissan menjamin bahwa baterai mobil listriknya akan bertahan delapan tahun atau 160.934 km begitu juga yang ditawarkan oleh Tesla. Masing-masing dari apa yang disebut siklus pengisian daya ini diperhitungkan terhadap masa pakai baterai: setelah mungkin 500 siklus penuh, baterai ponsel lithium-ion mulai kehilangan sebagian besar kapasitasnya saat baru, jadi produsen EV berusaha keras untuk membuat baterai mobil listrik bertahan lebih lama.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini