oleh

Perlu Tahu Apa Perbedaan Hidrogen Bersih dan Hijau

By Suryo, SOLARENERGI.ID – Hidrogen ditetapkan menjadi bagian penting dari sektor energi menuju net zero emission, mengingat hydrogen masuk sebagai sumber energi terbarukan.

Dalam hal ini membakar dan melepaskan energi tanpa menhasilkan  karbon dioksida, yang berarti dapat digunakan sebagai sumber energi bebas emisi.

Beberapa negara di Eropa, Amerika Serikat dan Australia telah mendaftarkan hidrogen bersih sebagai prioritas dalam mewujudkan emisi nol bersih, dan berbagai entitas swasta telah berinvestasi dalam bahan bakar dan infrastruktur hidrogen bersih. Seperti dikutip dari laman cosmosmagazine.com,terdapat istilah “hydrogen bersih dan hydrogen hijau”.

Hidrogen ‘bersih’ tidak selalu berarti bebas emisi: sementara hidrogen hijau lebih dekat ke keberlanjutan nyata terbuat dari air dengan energi terbarukan, tidak mengandung karbon sama sekali, sedangkan jenis hidrogen yang lain masih dapat memancarkan gas rumah kaca.

Hidrogen abu-abu diproduksi dengan mereformasi gas alam, teknik pemrosesan yang digunakan untuk mengatur ulang struktur molekul hidrokarbon.

Dalam proses ini, metana—elemen utama dalam gas alam—dicampur dengan uap pada suhu tinggi untuk menghasilkan hidrogen dan karbon dioksida melalui reaksi kimia katalitik.

Sayangnya, hampir 10 kg karbon dioksida dilepaskan ke atmosfer untuk setiap 1 kg hidrogen abu-abu yang dihasilkan. Sedangkan untuk hidrogen biru, CO2 yang dihasilkan tidak lepas ke udara bebas, namun ditangkap oleh fasilitas produksi dan disimpan secara terpisah dengan menggunakan teknologi yang dikenal dengan Carbon Capture and Storage (CCS). Saat ini, sebagian besar hidrogen industri dibuat dari metana (gas alam) melepaskan CO2 dalam prosesnya.

Hidrogen ‘biru’ adalah hidrogen yang terbuat dari metana, dengan penangkapan dan penyimpanan karbon yang mencegah sebagian besar CO2 masuk ke atmosfer.

“Intensitas emisi sebenarnya dari hidrogen biru belum dilaporkan dengan baik sejauh ini,” jelas Dr Fiona Beck, dosen senior Universitas di Australia. Beck adalah rekan penulis pada makalah terbaru di Applied Energy, meneliti biaya relatif dan emisi hidrogen biru dan hijau.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini