“Diharapkan Hitachi Energy berada di garis depan dalam menggunakan teknologi inovatif dalam upaya menuju keberlanjutan dan pengembangan energi bersih, bahkan di lingkungan yang sangat kompleks. Dengan memanfaatkan sumber energinya yang melimpah termasuk angin, tenaga air, dan matahari, akan melindungi sumber daya vital di kawasan itu untuk generasi mendatang,” kata Executive VP Hitachi Energy dan Managing Director Grid Automation Massimo Danieli.
Beragamnya pilihan baterai dan sistem penyimpanan energi dapat membuat banyak orang kewalahan karena pesatnya teknologi telah mengakibatkan beberapa kebingungan tentang jenis baterai mana yang paling sesuai untuk kebutuhan PLTS off-grid atau hybrid.
Seringkali cara terbaik adalah mendapatkan saran dari pemasang sistem panel surya tetapi ini tidak selalu dapat diandalkan karena beberapa perusahaan memiliki pengalaman terbatas dengan penyimpanan baterai dan tidak terbiasa dengan banyak sistem baterai berpasangan arus bolak-balik dan arus searah yang berbeda.
Meskipun demikian jika industri atau hunian yang memiliki sistem panel surya menginginkan sistem penyimpanan baterai, secara umum terdapat tiga jenis utama baterai, yaitu baterai timbal-asam secara konvensional era sebelum berkembang baterai lithium-ion digunakan untuk sistem panel surya off-grid.
Namun setelah berkembang teknologi baterai lithium-ion saat ini jenis baterai yang paling umum untuk digunakan baik sistem panel surya off-grid ataupun hybrid karena banyak manfaat dibandingkan baterai timbal-asam seperti lebih ringan, modular, meningkatkan efisiensi dan memiliki life cycle yang lebih tinggi.
Sedangkan untuk baterai aliran umumnya digunakan untuk aplikasi penyimpanan energi yang lebih besar dan berkembang secara bertahap. Sistem cadangan diesel akan tetap ada, tetapi kombinasi energi angin, energi matahari dan baterai penyimpan energi listrik akan secara significant mengurangi konsumsi bahan bakar minyak. Dalam sistem yang sempurna BESS juga akan dapat mematikan generator diesel.












