Nuclear

Keunggulan Keandalan Pasokan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Belum Menjadi Solusi Wujudkan Net Zero Emission

96
×

Keunggulan Keandalan Pasokan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Belum Menjadi Solusi Wujudkan Net Zero Emission

Sebarkan artikel ini
sumber, nytimes.com

John Ciampaglia mengutip minat baru di sektor nuklir untuk kenaikan harga, bersama dengan defisit pasokan sistem daya yang berkelanjutan” yang didorong oleh pembatasan kapasitas produksi oleh penambang terbesar di dunia. Pemerintah di AS, Inggris, Prancis, dan Jepang telah mengumumkan “kebijakan yang menguntungkan dan dukungan keuangan untuk tenaga nuklir,” katanya. 

Ada pendapat yang berkembang bahwa nuklir harus menjadi bagian dari bauran energi jika negara memiliki peluang untuk mencapai target dekarbonisasi masing-masing negara sambil terus menyediakan listrik beban dasar yang andal,  kata John Ciampaglia.

Uni Eropa sendiri mulai berfikir dengan pendekatan yang memasukkan tenaga nuklir sebagai bagian dari ‘taksonomi keuangan hijau’, yang berpotensi memberikan dorongan kepada utilitas di Eropa yang ingin berinvestasi dalam memelihara pembangkit nuklir yang ada serta membangun yang baru, kata Jonathan Hinze, presiden di UxC. 

Ini bisa menjadi masalah yang sangat besar karena tenaga nuklir menjadi lebih diterima sebagai sumber utama energi tidak memancarkan untuk memerangi perubahan iklim.

Kerusuhan baru-baru ini di Kazakhstan telah dijadikan cermin betapa pentingnya tenaga nuklir bagi campuran energi dunia, bahkan ketika banyak negara telah bergerak untuk mengurangi jumlah pembangkit listrik tenaga nuklir setelah bencana nuklir Fukushima Jepang tahun 2011.

Disamping jejak karbonnya setara dengan angin, lebih kecil dari pembangkit tenaga matahari, dan orde besarnya kurang dari pembangkit dengan energi batu bara, PLTN juga mempunyai keunggulan dalam hal tingginya keandalan pasokan daya listrik ke jaringan sehingga menghasilkan daya listrik yang stabil sepanjang waktu dan sangat cocok untuk memikul beban dasar.

Namun sejak kejadian kecelakaan Fukushima pada tahun 2011 beberapa negara sepakat mengurangi unit PLTN dan hingga 2021. Seperti  48 reaktor nuklir Jepang sebagian besar tetap tidak beroperasi sejak saat itu, Jerman telah menutup 11 dari 17 reaktornya dan berniat untuk menutup enam sisanya pada 2022, selain itu Belgia, Spanyol, dan Swiss juga secara bertahap menghentikan program nuklir mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *