Gunakan data cuaca, iklim dari aplikasi sistem informasi geografis fotovoltaik (PVGIS) atau photovoltaic geographical information system (PVGIS) untuk membantu menghitung lama waktu pancaran sinar matahari sehingga bisa menentukan rata-rata index radiasi setiap bulannya dan data efisiensi atas jenis panel surya yang digunakan. Secara global, ada beberapa database yang tersedia yang dapat digunakan seperti Center for Atmospheric Sciences NASA Langley Research Data (LaRC), yang menyediakan data historis 22 tahun dari kuadran mana pun di setiap benua atau belahan bumi yang ditentukan oleh garis bujur / garis lintang dan database Atlas Radiasi Surya Eropa (ESRA), selain itu perlu mendapatkan data rata-rata temperature (T mean) udara harian dalam satu tahun.
Dari rata-rata harian tahunan suhu (T mean) yang diperoleh dari database iklim, perlu untuk menghitung nilai yang menyebabkan efek pada tegangan dan arus yang dihasilkan (yang pada umumnya panel surya yang optimal diukur pada temperature 25°C) dengan radiasi sebesar 1000 Watt/m² akan menghasilkan daya maksimal (P peak) sehingga apabila melebihi temperature tersebut tegangan keluaran akan menurun begitu pula daya yang dihasilkan relatif lebih rendah.








