Meskipun index iiradiasinya tinggi dan energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya bisa maksimal namun apabila kelebihan energi yang tidak dapat dimanfaatkan untuk memasok peralatan listrik di rumah pelanggan atau tidak dapat disimpan kedalam storage baterai karena tidak tersedia baterai maka panel surya yang terpasang dikatakan tidak optimal (efisiensinya rendah).
Namun apabila apabila PLTS atap tersebut terpasang secara off grid maka ketersediaan baterai yang cukup sangat berpengaruh terhadap keberlangsunga ketersediaan listrik sepanjang waktu dan ini diperlukan investasi tambahan untuk membeli station baterai dengan kapasitas yang memadai (cukup untuk menyimpan sejumlah kWh yang diperlukan untuk mengalirkan ke peralatan listrik selama panel surya tidak berproduksi).
Mengingat harus diperlukan dana tambahan untuk penyimpanan energi listrik (stasion battery) maka kebanyakan pelanggan saat ini memilih memasang PLTS atap secara on-grid.
” Inilah yang tentunya akan menumbuhkan keinginan sebagian pelanggan PLN yang akan memanen energi listrik dari pancaran sinar matahari guna mengurangi tagihan listrik bulanan sekaligus ikut serta membantu menurunkan emisi gas karbondioksida” .
Berbeda dengan PLTS yang terpasang secara off-grid yang harus menyediakan baterai untuk mengoptimalkan energi listrik yang dihasilkan sehingga pemasangan PLTS atap tidak efisien untuk mewujudkan keinginan tersebut harus dihitung dengan cermat berapa konsumsi energi listrik yang dibutuhkan sehingga daya panel surya yang akan dipasang dan kapasitas baterai untuk penyimpanan yang optimal sehingga bisa memenuhi kebutuhan listrik selama kurun waktu 24 jam, selain itu kapasitas baterai yang juga mempertimbangkan peran sebagai penstabil tegangan jaringan listrik disaat kondisi pancaran sinar matahari meredup karena berawan/ mendung agar pelanggan dapat mendapatkan layanan sesuai tingkat mutu dan pelayanan .









