Pada umumnya desain dari turbin angin dua atau tiga bilah yang terbuat dari bahan ringan seperti : serat karbon, fiberglass atau kayu, yang cukup kuat untuk melawan kekuatan angin yang dipasang pada poros untuk memutar rotor.

Bilah tersebut berfungsi untuk mengumpulkan energi kinetik angin, paling sering memiliki tiga bilah dan dioperasikan “melawan angin”, dengan turbin berputar di bagian atas menara sehingga bilah menghadap ke angin. Ketika angin mengalir di atas baling-baling menimbulkan terjadinya perbedaan tekanan udara dikedua sisi blade yang pada akhirnya menciptakan gaya angkat dan tarik (gaya lift lebih kuat dari drag), kondisi inilah yang menyebabkan rotor berputar, yang secara konstruksi bilah turbin angin bisa terpasang secara poros horizontal (turbin angin propeller) dan poros vertical (turbin angin darrieus).
Ketika rotor terhubung ke generator, baik secara langsung (jika itu adalah turbin penggerak langsung) atau melalui poros dan serangkaian roda gigi (gearbox) yang mempercepat putaran dan memungkinkan generator yang secara fisik lebih kecil., pengkonversian gaya aerodinamis ke rotasi generator ini menghasilkan energi listrik yang selanjutnya dihubungkan ke transformator daya untuk dapat dialirkan ke grid (system jaringan yang tersedia).
Tinggi menara turbin angin adalah jarak dari tanah ke tengah rotor turbin, ketinggian hub untuk turbin angin darat skala komersial sekitar 90 meter .
Meskipun turbin angin dapat diterapkan pada pembangkit yang berdiri sendiri namun akan lebih efektif terhubung dengan system jaringan listrik yang telah tersedia (masuk system interkoneksi).
Sebagai contoh pada PLTB Sidrab yang mempunyai tinggi tower 80 meter dan panjang baling-baling 57 meter dengan daya terpasang per unit sebesar 2,5 MW dengan jumlah turbin angin sebanyak 30 unit sehingga total daya terpasang sebesar 70 MW, terhubung dengan system jaringan 150 kV Sulawesi Selatan dan Tenggara yang akan meningkatkan bauran energi .
Sedangkan untuk turbin angin yang dibangun di Jiuquan Cina, mempunyai kapasitas per unit sebesar 5,16 MW jumlah sekitar 7.000 turbin kincir angin. Pembangkit Listrik Tenaga Angin Jiuquan Cina memiliki 62 ladang angin terintegrasi dan kapasitas tenaga angin terpasang sebesar 8,50 GW terletak di sekitar bagian barat provinsi Gansu di Cina di daerah gurun dekat kota Jiuqua yang merupakan salah satu PLTB dengan skala integrasi terkonsentrasi terbesar di dunia.
Berdasarkan data yang dihimpun bahwa kecepatan angin rata-rata 4,8 m / s di beberapa daerah di Cina, jam penggunaan tahunan yang setara bahkan bisa mencapai 2.000 jam atau sekitar 22,8 % jam operasi dalam setahun, prosentasi jam efektif operasi inilah yang produktif untuk menghasilkan energi listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Angin Jiuquan Cina direncanakan penambahan kapasitas hingga menjadi 20 GW.









