oleh

Mengenal Pembangkit Listrik Tenaga Angin Sidrap, Kebun Angin Pertama di Indonesia

-Wind-139 views

By Suryo SOLARENERGI.ID – Angin merupakan salah satu sumber energi yang dapat dikonversi menjadi energi listrik, namun dalam pemanfaatannya perlu mempertimbangkan jumlah jam kecepatan angin rata-rata dalam kurun waktu satu tahun .  Untuk itu maka tidak semua daerah  memenuhi persyaratan sebagai lokasi penempatan turbin angin skala komersial, berdasarkan hasil survey kecepatan angin rata-rata selama tahun 2004-2015 sebesar 6,8 m/detik dan pada saat mulai dibangun rerata  kecepatan angin sebesar 7,5 m/detik.

Mengutip laman esdm.go.id untuk pertama kali penempatan turbin angin skala komersil terletak di desa Mattirotasi dan desai Lainungan, Kec. Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, atau  berada sekitar 10,5 km ke arah timur laut-timur kota Parepare, di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia .

PLTB Sidrap terdiri dari 30 turbin angin Gamesa G114 2.5MW di menara baja 80 meter sehiingga total kapasitas terpasang 75 MW, secara geografis sekitarnya merupakan padang rumput dan lahan pertanian yang kurang  produktif dengan kontur terletak di tiga punggung bukit dengan pemukiman terdekat berada di dusun Pabbereseng (Desa Mattirotasi) di sebelah tenggara.

Pada saat perencanaan diharapkan mampu memproduksi listrik setiap tahunnya sekitar 253.000 MWh dengan faktor kapasitas sebesar 39 %, energi yang dihasilkan disalurkan ke jaringan tegangan tinggi 150 kV Sulawesi Selatan yang dikembangkan oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi dan memulai operasi secara komersial pada tanggal 5 April 2018 yang disebut dengan PLTB Sidrap.

Turbin angin memiliki nacelle yang dipasang pada menara baja berbentuk tabung yang dirakit dalam tiga hingga empat bagian dengan tinggi tower 80 meter dan diameter bilah 114 meter.

Nacelle menampung generator dan gearbox, dan mendukung rotor dan bilah di hub, sedangkan  NS menara turbin mendukung dan menyediakan akses ke nacelle, adapun komponen utama di dalam nacelle adalah drive train, gearbox, generator, dan step-up transformer. 

Baling-baling angin dan anemometer dipasang di bagian belakang nacelle untuk memberi sinyal kepada pengontrol dengan informasi kecepatan dan arah angin.Untuk desain menara dan baling-baling didesain untuk mencerminkan setiap beban karakteristik serta faktor keamanan yang sesuai standart konstruksi dengan pertimbangan tekanan angin langsung, dan faktor hembusan dan koefisien gaya. 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini