Hal ini tidak semudah kedengarannya, meskipun pengisian daya pada mobil listrik dapat dilakukan dari pembangkit tenaga surya namun pengisian daya mobil listrik dari atap surya mengalami kesulitan pada saat cuaca kurang menguntungkan, dan pengisi daya tinggi dapat menjadi masalah tersendiri dan memutuskan pasokan listrik dirumah anda.
Sehingga banyak pemilik mobil listrik lebih memilih pengisian daya listriknya pada saat malam hari karena selain aman karena mobil tetap berada di dalam garasi juga mendapatkan insentif harga tarif listrik.
Pada pengisian baterai mobil listrik secara normal umumnya membutuhkan daya sebesar 7,4 kW yang memiliki tingkat pengisian daya tetap dengan waktu hingga 8 jam untuk mencapai 100 persen.
Mengisi daya Electric Vehicle (EV) menggunakan listrik tenaga surya yang terpasang diatap hunian secara hybrid akan menarik bagi banyak orang karena secara significant akan mengurangi emisi gas karbon dioksida, biaya operasional kendaraan dan meningkatkan kemandiran energi.
Namun bagi pemilik EV yang akan melakukan hal tersebut perlu memperhitungkan secara tepat daya dan jenis inverter yang digunakan
Misalnya, banyak pengisi daya rumah tipe 2 memiliki tingkat pengisian maksimum 7,4 kW, tetapi untuk inverter panel surya di rumah harus memiliki daya diatas 7,4 kW agar dapat mentransfer daya baik dari panel surya atau baterai EV yang diisi, sehingga pengisian baterai dapat dilakukan pada siang hari ketika panel surya memproduksi energi listrik.
Pengisi daya baterai membutuhkan smart EV, karena dirancang dapat secara dinamis menyesuaikan laju pengisian daya untuk hanya menggunakan kelebihan listrik yang dihasilkan oleh tenaga surya, selain itu pengisian smart EV menggunakan perangkat lunak, aplikasi, dan perangkat pemantauan yang smart serta menggunakan komunikasi wifi dan aplikasi seluler untuk mengoptimalkan dan memantau pengisian daya dan dapat dikonfigurasi untuk hanya menggunakan daya yang dihasilkan oleh tenaga surya.












