Banyak orang tidak menyadari dampak besar elemen tanah jarang terhadap kehidupan sehari-hari terutama produk elektronik, bahkan produk sesederhana batu api yang lebih ringan mengandung elemen tanah jarang. Hal ini dicontohkan pada kendaraan listrik, turbin angin merupakan salah satu pengguna terbesar produk tanah jarang termasuk, layar sentuh ponsel, tablet dan pengeras suara juga menggunakan magnet permanen neodymium-iron-boron yang diperoleh dari bahan tanah jarang.
Bahan tanah jarang juga memainkan peran penting dalam pengembangan teknologi mutakhir yang digunakan dalam industri energi terbarukan, bahkan produsen terkemuka turbin angin besar modern, seperti Siemens Gamesa Renewable Energy dan MHI Vestas Offshore Wind, menggunakan generator magnet permanen berdasarkan neodymium-iron-boron (NdFeB) dalam turbin angin lepas pantai.
Penggunaan generator sinkron magnet permanen memungkinkan operasi yang lebih efisien dan andal dibandingkan dengan rotor lilitan konvensional yang sering mengalami kegagalan dan kehilangan slip-ring/brush.
Berdasarkan data yang dikutip dari laman britannica.com, bahwa deposit bijih tanah jarang, bijih utama cukup melimpah dan ada di banyak endapan ditemukan di Cina, Amerika Serikat, Australia, dan Rusia sedangkan badan bijih lainnya ditemukan di Kanada, India, Afrika Selatan, dan Asia Tenggara.
Deposit Cina menyumbang sekitar 80 persen dari tanah jarang yang ditambang di dunia pada tahun 2017 (105.000 ton oksida tanah jarang), bahkan pada awal abad ke-21, Cina telah menjadi produsen elemen tanah jarang terbesar di dunia, meskipun beberapa negara lainnya juga seperti Amerika, Australia dan Afrika Selatan juga telah mengekstrak dan memurnikan bahan tanah jarang dalam jumlah yang signifikan.
Sekitar 94 persen dari tanah jarang yang ditambang di Cina berasal dari deposit bastnasite. mineral utama yang terkandung dalam badan bijih ini adalah bastnasite (fluorocarbonate), monasit (fosfat), loparit dan lempung laterit (SiO2, Al2O3, dan Fe2O3).
Untuk sebagian besar ekonomi negara barat, bahan tanah jarang merupakan bahan baku yang sangat vital, karena memiliki sifat elektromagnetik yang membuatnya penting untuk magnet permanen, baterai isi ulang, catalytic converter, layar LCD dan banyak lagi. Selain itu Cobalt dan lithium sangat penting untuk baterai ion, sementara Gallium digunakan dalam fotodetektor dan sistem fotovoltaik. Indium digunakan karena sifat konduktifnya di layar.
Berkah bagi negara yang memiliki cadangan bahan tanah jarang mengingat bahan tanah jarang sangat penting untuk kehidupan modern, hal ini sejalan dengan industri yang mendukung perubahan iklim dan beberapa negara menerapkan strategi untuk beralih ke teknologi energi bersih.
Sehingga peningkatan permintaan bahan tanah jarang yang digunakan untuk membuat komponen utama dari teknologi energi bersih meningkat signifikan.












