Meskipun pasokan komponen penting yang digunakan untuk memproduksi baterai EV terbatas, Dennis Nobelius, COO merek otomotif Swedia, Polestar, juga mencatat lonjakan permintaan. “Kami bekerja dengan banyak mitra untuk meningkatkan ketahanan pasokan. Selain itu, kami memiliki banyak perusahaan rintisan yang berinteraksi dengan kami,” ujarnya.
Mengikuti kinerjanya yang kuat pada 2021 terlepas dari kendala kekurangan chip global yang terus berlanjut dan meningkatnya biaya pasokan untuk bahan baku baterai, Rystad Energy telah memproyeksikan peningkatan pangsa pasar global sebesar 12,8% pada 2022, dari 10,1% pada tahun 2021.
“Tahun lalu, kami melampaui 50.000 mobil listrik secara global dengan 50% dari semua investasi selama empat tahun ke depan, sekitar $1,9 miliar, dijadwalkan untuk investasi dalam kendaraan listrik,” kata Elin Rosnes Sinervo, Direktur Audi Norwegia. “Saya sangat percaya semua transportasi akan menuju ke arah yang lebih berkelanjutan.”
Tren dan momentum
Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) juga mengamati tren pertumbuhan industri otomotif berbasis energi listrik. Berdasarkan data IEA, pertumbuhan kendaraan listrik memang lumayan signifikan. Sebagai gambaran, pada 2011 jumlah keseluruhan kendaraan listrik yang beredar (sudah teregistrasi) di seluruh dunia baru mencapai 60 ribu unit. Namun, angkanya melonjak dua kali lipat atau 100 persen menjadi 120 ribu pada 2012.
Jumlah Registrasi Kendaraan Listrik (dalam juta unit)
| Year | Cina | AS | Eropa | Lainnya | Global Market Share | Total |
| 2010 | – | – | – | – | 0,01 | – |
| 2011 | 0,01 | 0,02 | 0,01 | 0,02 | 0,07 | 0,06 |
| 2012 | 0,01 | 0,05 | 0,03 | 0,03 | 0,17 | 0,12 |
| 2013 | 0,02 | 0,10 | 0,07 | 0,04 | 0,27 | 0,23 |
| 2014 | 0,07 | 0,12 | 0,10 | 0,04 | 0,41 | 0,33 |
| 2015 | 0,22 | 0,12 | 0,20 | 0,04 | 0,67 | 0,58 |
| 2016 | 0,37 | 0,16 | 0,22 | 0,05 | 0,89 | 0,80 |
| 2017 | 0,65 | 0,20 | 0,31 | 0,11 | 1,36 | 1,27 |
| 2018 | 1,17 | 0,36 | 0,40 | 0,19 | 2,30 | 2,12 |
| 2019 | 1,10 | 0,33 | 0,59 | 0,16 | 2,49 | 2,18 |
| 2020 | 1,20 | 0,30 | 1,40 | 0,17 | 4,11 | 3,07 |
| 2021 | 3,35 | 0,67 | 2,29 | 0,29 | 8,57 | 6,60 |
Sumber: IEA
Pada 2013 trennya terus berlanjut dengan anak kenaikan mencapai 92 persen atau bertambah 110 ribu unit menjadi 230 ribu unit kendaraan listrik. Kenaikan masih terjadi pada 2014 meski hanya mencapai 43 persen menjadi 330 ribu unit (naik 100 ribu unit). Pada 2015 naik lebih baik lagi sebesar 76 persen sehingga total kendaraan yang beredar di seluruh dunia mencapai 580 ribu unit atau bertambah 250 ribu unit kendaraan listrik.
Tren kenaikan masih berlanjut pada 2016, tetapi angkanya tak terlalu tinggi meski masih dua digit, mencapai 38 persen menjadi 800 ribu unit kendaraan listrik atau bertambah 220 ribu unit. Pada 2017 kembali menunjukkan kenaikan cukup baik sebesar 59 persen menjadi 1,27 juta unit kendaraan atau bertambah 470 ribu unit.
Pada 2017 menjadi momentum pertama jumlah kendaraan listrik yang teregistrasi atau beredar di seluruh dunia sudah mencapai angka jutaan unit. Pada 2018, angkanya membaik lagi setelah terjadi kenaikan sebesar 67 persen menjadi 2,12 juta unit kendaraan listrik atau naik 850 ribu unit.
Sayang, pada 2019 angka kenaikannya tak terlalu menggembirakan karena hanya mencapai 3,0 persen. Inilah kenaikan pertama dengan angka satu digit sejak 2011. Dengan demikian, pada 2019 hanya ada 2,18 juta unit kendaraan listrik yang teregistrasi di pasar global atau bertambah 60 ribu saja.
Beruntung pada 2020 jumlah mobil listrik yang teregistrasi membaik dan mencatat angka kenaikan sebesar 41 persen menjadi 3,07 juta unit atau bertambah 890 ribu di pasar global. Tahun 2021 menjadi momentum terbaik kehadiran mobil listrik karena mencatat angka kenaikan sebesar 115 persen. Jumlah kendaraan listrik yang beredar di seluruh dunia sudah tembus 6,6 juta unit atau bertambah 3,53 juta unit.
Yang menarik 2021, meski masih terjadi pandemi Covid-19, menjadi tahun terbaik kenaikan unit kendaraan listrik. Pertama kali kenaikan jumlah kendaraan yang terjual mencapai angka jutaan, bahkan langsung melejit mencapai 3,53 juta unit.
Melihat data EIA tersebut, wajar analis memperkirakan kendaraan listrik bakal terus menunjukkan tren yang menggembirakan pada tahun-tahun mendatang. Asumsinya, saat terjadi pandemi Covid-19 saja masih bisa tumbuh tinggi. Kemungkinan besar bila pandemi berlalu, industri otomotif berbasis energi listrik ini akan bisa menunjukkan kinerja yang lebih ciamik lagi.
Tapi sayang, Indonesia tetap saja menjadi penonton dan konsumen saja. Padahal, negara lain sudah masuk level produksi dan telah memasuki tahapan pengembangan yang mengagumkan.












