Sebagai contoh turbin angin yang terpasang dengan kapasitas 2.500 kW dan diproyeksikan selama satu tahun menghasilkan energi listrik pertahun sebesar 30-40%, tetapi pengalaman dunia nyata menunjukkan bahwa energi listrik yang dihasilkan per tahun berkisar 20 – 30 % dari kapasitas terpasang , sehingga dengan dengan faktor kapasitas sebesar 30 %, turbin angin tersebut akan menghasilkan energi listrik berkisar antara : (2.500 kW × 365 hari × 24 jam × 20 %) = 4.380.000 kWh dan (2.500 kW × 365 hari × 24 jam × 30 %) = 6.570.000 kWh.
Jadi Faktor kapasitas unit pembangkit listrik tenaga angin per tahun adalah energi listrik yang dihasilkan secara nyata selama periode waktu satu tahun sebagai proporsi dari kapasitas maksimum turbin angin tersebut, secara matematis dapat ditulis sebagai berikut :
Capacity Factor (CF) = (Energi listrik yang dihasilkan turbin angin dalam 1 tahun ) / ( Daya turbin angin terpasang x 8760)
Pada umumnya turbin angin mempunyai faktor kesiapan beroperasi diatas 90 persen atau lebih, artinya bahwa kesiapan turbin angin untuk memproduksi listrik sangat besar namun jumlah energi listrik yang diproduksi sangat tergantung dari ketersediaan angin yang memiliki kecepatan cukup untuk memutar turbin angin, untuk itulah maka penempatan turbin angin dipilih pada daerah yang memiliki kecepatan angin rata-rata dalam satu tahunnya lebih banyak dan stabil. Jadi kalau diibaratkan tanpa ada kecepatan angin yang stabil dan cukup , itu seperti sepeda yang tidak dikayuh siapapun, secara fisik tersedia namun tidak menghasilkan manfaat .
Dikutip dari laman wind-watch.org, bahwa tenaga angin memiliki “kredit kapasitas” yang sangat rendah artinya kemampuannya untuk menggantikan sumber tenaga lain masih sangat rendah karena kepastian beroperasi terus menerus dengan menghasilkan daya yang stabil sehingga mampu memenuhi beban secara mandiri masih sangat rendah, pada umumnya terhubung secara on-grid.
Misalnya, di Inggris, yang membanggakan diri sebagai negara paling berangin di Eropa, Royal Academy of Engineering memproyeksikan bahwa 25.000 MW tenaga angin akan mengurangi kebutuhan akan kapasitas daya konvensional sebesar 4.000 MW, kredit kapasitas 16%. Dua studi di Jerman memproyeksikan bahwa 48.000 MW tenaga angin akan memungkinkan pengurangan kapasitas konvensional hanya 2.000 MW, kredit kapasitas 4%









